AsalTau.com – Menjadi toys photographer kelas dunia bukanlah perkara rumit yang mustahil dapat mencapainya. Dengan sentuhan kreativitas, ketekunan yang konsisten, dan niat yang kokoh, siapa pun mampu meniti jalur ini. Bahkan, tanpa memerlukan peralatan mahal, hanya dengan lensa kit standar dan meja seadanya di rumah, impian menjadi toys photographer sekelas Seno Haryo dapat diwujudkan.
Berikut adalah tips dan trik untuk menjadi toys photographer kelas dunia dari Seno Haryo yang ditemui di studionya di Jl Berlian, Cawang Atas, Jakarta.
1. Tidak Wajib Lensa Makro, Lensa Standar Pun Cukup
Seno menegaskan bahwa lensa makro bukanlah prasyarat utama. Justru, menurutnya, penggunaan lensa makro bisa membuat mainan terlalu kentara sebagai mainan, alih-alih terlihat seperti karakter hidup. “Saya lebih memilih lensa biasa. Kalau pakai lensa makro, hasilnya malah kelihatan mainan banget,” jelas alumnus Teknik Industri Universitas Trisakti ini.
2. Optimalkan Pencahayaan dan Properti yang Ada
Tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk perlengkapan pencahayaan. Menurut Seno, lampu LED sederhana yang harganya tidak mencapai Rp20.000 pun sudah cukup efektif, asalkan sesuai fungsi. Ia juga menyarankan untuk melibatkan teman dalam menata diorama atau mini studio agar lebih kompleks sesuai cerita yang ingin kita wujudkan.
“Yang penting bukan harga peralatannya, tapi efek yang bisa dihasilkan,” ungkapnya, sambil menunjukkan lampu LED sederhana yang ia gunakan.
3. Gunakan Imajinasi untuk Menghidupkan Adegan
Menghidupkan karakter mainan dalam foto adalah seni tersendiri. Ide bisa berasal dari komik asli, atau menciptakan sendiri. Tantangan terbesar adalah menciptakan pose yang meyakinkan sehingga mainan tampak seperti karakter manusia.
“Saya sering menghabiskan semalaman penuh hanya untuk mendapatkan gestur yang pas. Mulai dari posisi duduk, hingga adegan loncatnya,” ujar Seno, yang saat ini menjadi fotografer independen untuk Sideshows Collectibles, produsen action figure resmi Star Wars.
4. Digital Imaging Sebagai Pelengkap, Bukan Utama
Seno menyarankan penggunaan digital imaging hanya untuk sentuhan akhir, seperti menghaluskan efek atau mengganti latar belakang yang sulit mewujudkan saat pemotretan. “Fungsinya hanya sebagai alat bantu, bukan pekerjaan utama,” ujarnya.
5. Manfaatkan Koleksi Mainan Secara Maksimal
Seno mengimbau para kolektor mainan agar tidak hanya menjadikan koleksi mereka sebagai pajangan belaka. “Sayang rasanya kalau koleksi mahal itu tidak kita manfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat,” ucapnya, mengajak komunitas action figure untuk menggali potensi kreativitas mereka.
Tinggalkan Balasan